Home » Berita » Ekbis & Pelabuhan » Proyek Swakelola Syahbandar Tidak Bermutu

Proyek Swakelola Syahbandar Tidak Bermutu

SURABAYA, dobraknews – Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, telah merehab beberapa hal diantaranya, gate, dan penambahan pembuatan taman. Pembangunan dan rehab yang dilakukan terkesan untuk menghabiskan anggaran karena secara kasat mata pekerjaan dan swakelola itu terkesan asal asalan dan tidak bermutu.

Pantauan dobraknews dilokasi kantor Syahbandar Utama Tanjung Perak seperti perbaikan Gate yang dikosep dengan menggunakan jalur motor/roda dua dan roda empat, justru terkesan tidak bermanfaat dan mempersempit halaman kantor. Karena selain pembuatannya asal-asalan gate justru dibuat dikawasan kantor sehingga tidak bermanfaat. Padahal dibagian pintu utama sudah ada gapura dan portal yang penjagaan dilakukan oleh petugas. Sehingga terkesan kantor makin semraut.

Demikian dengan pembuatan taman yang dibangun dilokasi kamar mandi lama dan bekas genzet navigasi dan depan musolla, lahan parkir lama. Pembuatan taman asal asalan dan tidak memenuhi unsur pekerjaan yang baik atau tidak sesuai spek. Tanah langsung diuruk dilokasi bangunan , padahal lantai dasar bangunan tidak dibobol/hancurkan dan tanpa plengseng. Jadi bisa dipastikan taman akan berantakan karena mutu yang tidak berkualitas.

“Bagaimana jadinya kalau turun hujan? Tanah untuk menanam tanaman hias itu pasti lumer dan kemana-kemana,” ujar setiap orang yang melihat keanehan perencanaan desain taman tersebut, Senin (25/3/2019).

Logika masuk akal dan sehat ala awam itu, seharusnya menjadi bahan pertimbangan pemilik ‘proyek’ taman di dermaga regulator naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan tersebut. Tak ayal, selorohan itu senada dengan asumsi lirih yang tercuplik dari jamaah musholla Al Amanah yang turut keheranan dengan pembuatan taman yang terkesan tanpa perencanaan.

Diduga pembangunan taman tanpa perencanaan matang itu tampak jelas dari tanah urugan untuk media tanam yang hanya ditumpuk dan diratakan saja. Gundukan tanah berwarna kecokelatan setinggi 30 cm yang sudah ditanami ragam tanamam tersebut tidak dibalut pembatas atau semacam kolom, untuk menjaga keutuhan tanah agar tidak berhamburan.

“Apa jadinya kalau hujan turun? Apalagi sekarang musim penghujan. Apa nggak malah kotor? Tanah untuk tanaman itu akan luluh seperti lumpur, dan bisa kemana-mana karena hanyut oleh air hujan. Jadi, nggak cuma berhamburan saja,” ceplos jamaah lainnya.

Pemanfaatan lahan bekas gedung yang sempat mangkrak tak tersentuh itu untuk ‘dekorasi’ taman di area Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak. Padahal, perataan bangunan lama yang kini dimanfaatkan untuk taman itu, sudah dipugar bersamaan dengan pembangunan musholla yang kini telah dimakmurkan dengan ibadah berjamaah.

Kasak-kusuk pun menuai spekulasi tak sedap atas pengerjaan proyek renovasi taman yang baru saja dibangun di atas lahan bekas gedung tersebut. Dugaannya, pembuatan taman dengan ‘metode’ kebut dan super kilat itu beriringan dengan berakhirnya jabatan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak yang memasuki masa pensiun, akhir Maret 2019. (mon)

Share

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Menteri Pertahanan RI Luncurkan Kapal Selam TNI AL, Produksi Anak Bangsa

SURABAYA,  dobraknews – Tentara Nasionala Indonesia (TNI) Angkatan Laut  (AL) kembali menerima alat Utama Sistem ...