Home » Berita » Daerah » Kayu Ilegal Marak, Dirjen Gakkum Amankan 422 Kontener Merbau Ilegal

Kayu Ilegal Marak, Dirjen Gakkum Amankan 422 Kontener Merbau Ilegal

Rasio dan Sustyo melihat kayu di CV Cahaya Mulia Mayjen Sungkono 606x. Gresik

GRESIK, dobraknews – Direktur Jendral Gakkum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani mengatakan sejak bulan Desember 2018 – Frebuari 2019. pihaknya telah mengamankan sebanyak 422 Kontener kayu ilegal, demikian disampaikan Rasio Ridho Sani kepada wartwan saat meninjau 14 kontener kayu ilegal di CV. Cahaya Mulia, Jalan Mayjen Sungkono no 606x Gresik Jawa Timur, Kamis (25/2/2019)

Ke 14 kontener kayu merbau ilegal disebutkan satu rangkaian dengan kasus 38 kontener yang dikapalkan melalui KM Muara Mas, dari Kepulauan Aru Sulawesi. Sedang sisanya 13 kontener dititipkan dipenampungan milil PT KAYT Margomulio Indah Surabaya dan 11 kontener dititipkan di PT AGJU Pasuruan Jawa Timur.

Terkait ke 14 kontener kayu merbau ilegal yang berada di lokasi penggergajian CV Cahaya Mulia Jalan Mayjen Sungkono no 606x Gresik, kepada wartawan Rasio Ridho Sani mengatakan segera memindahkan kayu tersebut kepenampungan di Margomulio Surabaya.

” Tim kami telah melakukan penindakan mengamankan 38 kontener kayu jenis merbau ilegal di Gresik, Surabaya dan Pasuruan. Tim sudah sejak awal melakukan operasi intelijen untuk mendeteksi peredaran kayu ilegal diwilayah kerja. Tim bekerja sesuai rekomondasi yang diberikan KPK untuk melakukan gerakan nasional sumberdaya alam.
Disini ada Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan, Deden Suhendi dari Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Rudi selaku tim, dan wartawan ” tambah Rasio Ridho.

Sustyo Iriyono selaku Direktur Pencegahan dan Pengamanan mengatakan dengan maraknya penyitaan kayu ilegal menunjukan bahwa para pelaku ilegal masih belum jera dan akan selalu mencoba berbagai cara untuk tetap berlaku curang dan serakah yang menghancurkan sumber daya hutan, terangnya.

Deden Suhendi,Kepala Balai Peredaran Hasil Hutan Dishut Jatim, (kaca mata) mendampingi Rasio saat memberi keterangan kepada wartawan.

Ditjen Gakkum telah menyiapkan 24 perkara/sprindik, yakni 4 sprindik untuk kasus muatan KM Hijau Jelita, kemudian 2 sprindik untuk kasus kayu ilegal eks muatan KM Oriental Gold, dan 6 sprindik untuk kayu ilegal muatan KM Strait Mas, 12 sprindik untuk kayu ilegal muatan KM Selat Mas. (martin)

Share

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

UPP Sepeken Selesaikan 400 Pas Kecil Kapal Nelayan

SUMENEP, dobraknews – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), H. Anang SH, telah berhasil menyelesaikan pengukuran ...