Home » Berita » Headline » Capt. Kusnadi : Idang, ABK KM Pancoran 5011 Jatuh Kelaut Karena Lalai

Capt. Kusnadi : Idang, ABK KM Pancoran 5011 Jatuh Kelaut Karena Lalai

GRESIK, dobraknews – Peristiwa jatuhnya Idang (35) tahun, ABK KM. Tougboat Pancaran 5011 milik keagenan PT Pancaran Samudra Transport, Rabu ( 20/2/2019) di perairan Pelabuhan Gresik Jawa Timur belum ditemukan. Pencaharian hari telah dilanjutkan pencarian dua namun belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

Sejak kejadian, setelah KSOP dapat informasi dari Nakhoda kapal, pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR meliputi petugas KSOP Gresik, Petugas Polisi Perairan dan petugas TNI-AL, Petugas PT Pelindo III Gresik hingga Kamis Sore (21/2/2019) tetapi belum diketahui posisi korban.

Capt. Kusnadi Kepala Seksi BPPP KSOP Gresik, dikonfirmasi oleh dobraknews.com, Kamis (21/2/2019) dikantornya,  atas kejadian itu mengatakan bahwa KSOP Gresik telah berkordinasi dengan aparat setempat terang Kusnadi Mendampingi Totok selaku Kepala KSOP Gresik.

” Nakoda kapal sudah kami mintai keterangan dan semua data menyangkut kejadian itu dan copy surat kapal sudah dukumpulkan. Hal yang sama oleh Polisi Perairan Pelabuhan Gresik telah melakukan BAP , jadi baik KSOP dan Polisi sudah membuat berita acara kejadian ” demikian disampaikan oleh Kusnadi, pada dobraknews.com.

Capt. Kusnadi mengatakan bahwa peristiwa jatuhnya Idang (35) tahun ABK KM Pancoran 5011,ketika itu kapal sedang melakukan manuver. Kemungkinan korban jatuh kelaut karena tergesek sling tali kapal sehingga terjatuh. Kusnadi menguraikan sesuai hasil di berita acara keterangan teman-teman korban, kejadian tidak bisa diketahui langaung. Tetapi korban diketahui tidak ada lagi diatas kapal setelah beberapa menit setelah kapal selesaianuver tegas Kusnadi.

Diduga ketika jatuh teman korban tidak melihat, namun saat dipanggil barulah teman temanya sadar kalau korban dipastikan jatuh, tambahnya.

Capt. Kusnadi mengatakan bahwa petugas selalu berusaha meminimlasir kejadian dengan cara memberi anjuran agar ABK selalu menggunakan Life Jacket, tetapi kadang kala tidak diindahkan. Karena menggunakan life jaket merupakan satu upaya keselamatan dan keamanan sehingga walaupun terjatuh tentu akan terapung. Hanya saja para ABK Masih kurang kesadaran soal keselamatan tambah Kusnadi.

Idang (35) tahun merupakan jurumudi atau sebagai Asisten Nakhoda masih terus dilakukan pemcarian .sesuai aturan pemcarian paling lama tujuh hari dan jika tetap belum ditemukan akan kita laporkan kepusat. Masalah inipun sudah dikordinasikan, sehingga KSOP menunggu instruksikan pusat terangnya. (martin)

Share

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

UPP Sepeken Selesaikan 400 Pas Kecil Kapal Nelayan

SUMENEP, dobraknews – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), H. Anang SH, telah berhasil menyelesaikan pengukuran ...