Home » Berita » Daerah » Pengawasan Truk Tangki BBM di Pelabuhan Gresik Terkesan Diskriminatif

Pengawasan Truk Tangki BBM di Pelabuhan Gresik Terkesan Diskriminatif

GRESIK, dobraknews – Pelayanan di Pelabuhan Gresik masih disoal sebagian masyarakat karena dinilai ada tindakan diskriminasi yang dilakukan petugas pemadam kebakaran (damkar) PT Pelindo III Cabang Gresik. Informasi yang berhasil dihimpun dobraknews.com, menyebutkan bahwa perilaku itu terjadi dan dirasakan oleh para pengemudi truk tangki bahan bakar minyak (BBM) yang masuk pelabuhan untuk mengisi BBM ke kapal.

Jika mobil tengki BBM ukuran 16 ribu liter milik swasta yang melakukan pengisian kekapal yang ada di pelabuhan gresik, petugas pemadam kebakaran (damkar) Pelindo III Cabang Gresik menggunakan pengamanan dan pejagaan ketat dan mengenakan biaya jaga rata -rata 3 jam. Padahal untuk ukuran tangki BBM besar estimasi waktu bongkar bisa 1 jam selesai urai beberapa masyarakat pelabuhan yang setiap hari berkecipung di pelabuhan.

Sementara, jika truk tangki BBM tertentu yang melakukan pengisian bbm kekapal yang ada di pelabuhan, petugas pemadam kebakaran (damkar) PT Pelindo III gresik tidak melakukan pengawalan truk tengki tersebut. Sikap diskriminasi yang terjadi ini sangat disayangkan banyak pihak.

Padahal jika pengawalan damkar terhadap truk tengki bbm swasta alasan keamanan dari bahaya rawan kebakaran tentu setiap tangki berisi muatan BBM harus di kawal tanpa ada perbedaan.

Adanya sikap petugas damkar Pelindo III Gresik yang terkesan melakukan diskriminasi patut menjadi perhatian petinggi PT Pelindo III. Apakah terkait pengawasan truk bbm yang melakukan pengisian kekapal diatur dalam tugas pengamanan atau permintaan stakeholder ? Bagamana dengan pengaturan pengawalan, dan bagaimana penghitungan dengan truk tengki bbm yang tidak dikawal pengamannya? Patut di pertanyakan.

Terkait informasi tersebut, dobraknews.com telah berupaya untuk melakukan konfirmasi baik terhadap KSOP Gresik selaku regulator pelabuhan maupun Pelindo III cabang Gresik selaku operator belum bisa di konfirmasi.

Kedua instansi ini masih belum berhasil dikonfirmasi terkait adanya tudingan miring tindakan pengawas/pengamanan truk tangki yang disebut ada diskriminatif. (mon/don/tin)

Share

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

UPP Sepeken Selesaikan 400 Pas Kecil Kapal Nelayan

SUMENEP, dobraknews – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), H. Anang SH, telah berhasil menyelesaikan pengukuran ...