Home » Berita » Kantor Kesyahbandaran Pulangkan ABK KLM Sri Utami Kekeluarga

Kantor Kesyahbandaran Pulangkan ABK KLM Sri Utami Kekeluarga

SURABAYA (dobraknews.com) Empat ABK Kapal Layar Motor (KLM) Sri Utama yang mengangkut kayu berhasil diselamatkan setelah terombang ambing dilaut . Para ABK tersebut telah dijemput keluarga masing masing dari Kantor Kesyahbandaran, Kamis (22/12/2016).

“Secara keseluruhan (awak kapal, red) dalam kondisi baik dan selamat. Sekarang, sudah kami pulangkan ke rumah masing-masing di Madura,” aku Kepala Bidang (Kabid) Penjagaan Patroli dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Edi Sumarsono dikonfirmasi, Kamis (22/12/2016).

Dijelaskan, pemulangan 4 ABK kapal pengangkut kayu dari Bahaur Jumanten, Kalimantan dengan tujuan Pasean, Pamekasan, Madura itu dilakukan usai prosesi serah terima penyelamatan dari kapal MV Meratus Batam ke Syahbandar Tanjung Perak. Masing masing ABK bernama Sahe, dan rekannya merupakan warga Madura yang diselamatkan MV Meratus Batam itu, masing-masing adalah Achmad Tagin(55), Syukur (54), dan Matun (60).

“Semuanya berasal Desa Lebak Barat dan Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura,” kata Edi didampingi Tim Evakuasi dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Perak serta Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak di Dermaga Berlian, Tanjung Perak sekitar pukul 8.00 Wib.
Kronologis penyelamatann menurut Edi, keempat ABK tersebut awalnya berlayar dari Bahaur Jumanten, Kalimantan, tujuan Pasean, Pamekasan, Madura menggunakan KLM Sri Utama. Para pelaut Madura yang berangkat berlayar pada, 17 Desember 2016 itu, tiba-tiba kapalnya oleng hingga akhirnya tenggelam setelah dihantam ombak besar karena cuaca buruk di perairan Masalembu pada, 19 Desember 2016.

“Kabar tentang kecelakaan laut itu, kami terima dari MV Meratus Batam saat sedang melintas di sekitar lokasi korban. Sesaat, kami langsung melakukan upaya penyelamatan dengan melakukan penjemputan menggunakan kapal patroli KN 371 milik Pangkalan PLP Tanjung Perak,” papar Edi usai melepas kepulangan 4 ABK KLM Sri Utama di Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya.
Penyelamatan harus terhenti dan tidak bisa dilanjutkan karena cuaca buruk dengan tinggi gelombang yang cukup besar. Mengingat, situasi rentan dan rawan dari keamanan di laut, operasi penjemputan dengan kapal patroli KN 371 milik Pangkalan PLP Tanjung Perak terpaksa dihentikan sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal. “Padahal, Tim Evakuasi sudah menyepakati penjemputan korban di lokasi Buoy 2 Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) pada, 21 Desember 2016. Dengan kondisi cuaca buruk seperti itu sangat tidak memungkinkan untuk kami mencapai Buoy 2 APBS,” ingat Edi.

“Karena cuaca tak kunjung membaik, akhirnya MV Meratus Batam memutuskan untuk lego jangkar di Buoy 2 APBS untuk menyelamatkan korban. Begitu cuaca mulai normal, MV Meratus Batam berinisiatif melanjutkan perjalanan ke Dermaga Berlian, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sekalian menyerahkan empat korban ini kepada kami,” kata Edi. (saber)

Share

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mengkominfo Janji bawa masalah Pers Indonesia ke Presiden

JAKARTA, dobraknews – Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara menerima Tim Sekretariat Bersama Pers Indonesia ...