Home » Berita » Pembangunan Pelabuhan Kalimireng Menuai Protes

Pembangunan Pelabuhan Kalimireng Menuai Protes

GRESIK [DOBRAKNEWS.COM] Pengembangan pelabuhan yang berada dibawah kendali PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III semakin menggurita. Jika program pembangunan Teluk Lamong akan segera dioperasikan, kini pembangunan pelabuhan akan dikembangkan ke Kalimireng Gresik. Pelabuhan dilokasi ini disebutkan merupakan Anak Perusahan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) atau Cucu PT Pelabuhan Indonesia III. Tentu gelombang unjuk rasa warga bukan yang pertama dialami BUMN ini, hal yang sama juga telah dialami ketika membangun Teluk Lamong. Namun dibalik pembangunan itu ditengarai akan terus terjadi demo mulai dari penelusuran pembelian tanah dan sampai kepada pembangunan yang sepatutnya segera diwaspadai.
Rencana pembangunan pelabuhan Internasional dikawasan Manyar Gresik menuai protes dari nelayan di Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar. Aksi demo berlangsun Selasa (20/05/20, dilakukan menyusul dengan sikap proyek pengembangan pelabuhan dirasakan semakin mengganggu kehidupan nelayan karena ares  laut semakin dipenuhi dengan rakit-rakit bambu sehingga mengganggu aktivitas perahu nelayan.


Menurut para nelayan rakit bambu yang berada dihamparan pantai tidak sesuai dengan perencanaan awal. Pada awalnya rakit bambu diadakan didarat tapi kenyataanya dilakukan di pantai.
Dampaknya alur perahu nelayan menjadi terganggu.  “Kami minta
perakitan bambu di sepanjang sungai Kalimireng dihentikan, karena
mengganggu arus perahu nelayan,” kata Entis Sarifudin, koordinasi aksi.
Nelayan kemudian sweeping kepekerja yang merakit bambu untuk
membubarkan diri dan menghentikan pengiriman bambu dari kapal tongkang. “Proyek dihentikan dulu, sebab menyalahi perencanaan dan rakitan bambu segera disingkirkan,” katanya.
Entis, selaku kordinator Demo mengatakan perakitan bambu di muara Kalimireng dikerjakan pelaksana
oleh megaproyek Pelabuhan , yang disebut sebut milik anak Perusahaan BJTI Surabaya pekerjaan dimulai sudah sejak Maret 2014. “Perakitan menyalahi kesepakatan. Awalnya perakitan dilakukan di
daratan kemudian dibawa ke laut. Sekarang dipasang sepanjang muara
Kalimireng sehingga mengganggu alur nelayan,” katanya.


Kontraktor pelaksana PT Hutama
Karya (HK) melalui bagian umum, Khasan, berusaha memediasi nelayan tapi
tuntutan nelayan tidak bisa dipenuhi karena ia tidak berwenang mengambil ada keputusan. (sry/rdo)
Share

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mengkominfo Janji bawa masalah Pers Indonesia ke Presiden

JAKARTA, dobraknews – Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara menerima Tim Sekretariat Bersama Pers Indonesia ...