Home » Berita » Kapolri Pastikan Caleg Akan Mendapat Pengamanan Jelang Pemilu

Kapolri Pastikan Caleg Akan Mendapat Pengamanan Jelang Pemilu

JAKARTA []DOBRAKNEWS.COM] Polri siap memberikan pengamanan Pemilu 2014. Keputusan yang diberikan Polri sebagai reaksi atas insiden
penembakan yang menewaskan caleg dari Partai Nasional Aceh (PNA). Kapolri
Jenderal Sutarman menjelaskan, pengamanan terhadap caleg dilakukan
dengan cara patroli dan penjagaan. Khusus bagi caleg yang dinilai
nyawanya benar-benar terancam, akan dilakukan pengamanan melekat. “Kami
akan berikan pengamanan secara fisik untuk calon-calon yang merasa
terancam seperti di Aceh.
Calon yang merasa dirinya terancam akan diberi penga,anan. Kami siap mengamankan, caleg dari mana pun, kami tidak melihat
asalnya,” kata Sutarman usai rapat dengan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (04/03/2014). Adapun
rapat yang membahas kasus penembakan caleg di Aceh itu dihadiri
sejumlah menteri. Nampak diantaranya Menteri Koordinator Politik Hukum
dan Hak Asasi Manusia Djoko Suyanto, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi,
dan Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman.
Djoko Suyanto
menambahkan, Presiden SBY meminta aparat kepolisian secara terpadu
serius mengamankan proses demokrasi. Hal itu karena mulai pekan depan,
tahapan pemilu mulai memasuki masa kampanye terbuka yang kemudian
dilanjutkan dengan pemungutan suara. Intruksi tersebut juga
berlaku kepada BIN. Presiden menitikberatkan pada pengamanan terhadap
caleg. “Caleg harus bebas intimidasi maupun ancaman apa pun. Caleg juga
mendapat kebebasan menyampaikan visi misi masing-masing, tetapi tetap
berpedoman pada aspek penghargaan hak-hak lain tanpa harus menuju ke
tindak-tindak kekerasan,” tegas Djoko.
 Faisal, calon legeslatif Siaran pers yang dilansir PNA, korban yang mengendarai Honda Freed
tewas setelah diberondong 46 tembakan, senjata api M16
kaliber 5,56 milimeter. rilis yang diteken Ketua Umum PNA
Irwansyah (Tengku Muksalmina) dan Sekretaris Jenderal PNA Muharram Idris
disebutkan, pembunuhan Faisal dilakukan dengan sangat terencana dan
sistematis. Kemudian Menurut keluarga korban, hari itu korban
kedatangan tamu yang tak dikenal keluarga. Sesaat sebelum kejadian, ada
telepon gelap yang meminta almarhum untuk segera kembali ke Sawang,
basis Faisal.
Faisal mengendarai Honda Freed kembali ke
Sawang, melintasi pegunungan yang sepi. Di tempat itulah, mobil
yang dikendarai korban diberondong peluru. PNA menyatakan, Faisal
merupakan pemuda berusia 35 tahun yang pendiam dan sangat sopan. Dia bukan bekas kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sehingga
dipastikan tidak memiliki musuh. “Almarhum dikenal sangat dekat dengan
masyarakat dan mempunyai basis dan dukungan yang kuat di Kecamatan
Sawang,” kata Tengku Muksalmina(rdo/wi)
Share

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mengkominfo Janji bawa masalah Pers Indonesia ke Presiden

JAKARTA, dobraknews – Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara menerima Tim Sekretariat Bersama Pers Indonesia ...