Home » Berita » Jurnalis Peduli Lingkungan Maritim Peduli Bencana Kelud

Jurnalis Peduli Lingkungan Maritim Peduli Bencana Kelud

DOBRAKNEWSW.COM

KEDIRI [DOBRAKNEWS.COM] Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Jurnalis Peduli Lingkungan Maritim (JP.LIMA), Sabtu (01/02/2014) melakukan pemantauan dan investigasi kepada warga yang menjadi korban dampak Gunung Kelud. Jurnalis Peduli Lingkungan Maritim (JP.Lima) mengambil tempat di Dusun Sukaramai Desa Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Daerah ini ternyata sangat berdampak dandua dusun terparah diantaranya Dusun Kelud Pang, lokasinya lebih kepuncak sangat berdampak dan parah. Rumah dikawasan dusun Pang bisa dikata hanpir semua menjadi korbang semburan erupsi  Kelud sehingga genteng-geteng rumah dilokasi dusun Pang hancur dan bolong-bolong.



Tetapiwarga masyarakat di dusun Pang Desa Puncu bisa dikata masih beruntung, karena pemerintah merespons. Melalui Perusahaan -Perusahaan Plat Merah (BUMN) genteng bantuan BUMN terus mengalir untuk kepentingan warga. Selain Genteng bantuan BUMN terlihat dilokasi Kelud Pang relawan-relawan dan bantuan dari luar Negri dan lokal mengalir menandakan sebagai kepedulian akan kejadian erupsi gunung Kelud dan  dukungan TNI-AD (Arhanudse-8) aktib melakukan perbaikan rumah warga.


Sayangnya Bantuan genteng BUMN hanya terkonsentrasi di dusun Pang, sementara di Dusun Sukaramai dan dusun lain belum tersalur sehingga  terkesan bantuan yang disalurkan tidak berimbang dan terksan pembangunan tidak bisa berjalan obtimal. Dengan beberapa pertimbangan dan setelah melakukan observasi dibeberapa lokasi di Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.  Lsm. Jurnalis Peduli Lingkungan Maritim (JP Lima) yang turun kelokasi dusun Sukomoro beserta rombongan setelah melihat dan mendapat berbagai masukan mermutuskan dan menyerahkan Bantuan berupa dua truk Genteng Karang Pilang, dan meyerahkan Usuk dan kayu jenis reng di dusung Sukomoro.


Penyerah bantuan JP.LIMA di berikan setelah Ketua Umum Rudi Arijanto, Skretaris Jendral (Sekjen) Marudut Tindaon S.pd, Monitoring Apri,  Bidang Investigasi Doni, berkordinasi dengan Tim TNI-AD (Arhanudse 8) menganjurkan bisa menyerahkan bantuan langsung kepada warga melalui RT setempat. Nanang Ketua RT 05 dusun Sukamara mengatakan bantuan yang diserahkanakan diteruskan kepada warganya karena masih banyak yang kami butuhkan. “Kami masih butuh genteng , usuk dan reng,.  Warga sudah disepakati umumnya dijatah 2500 genteng. Itu jatah yang ditentukan. Sampai sekarang belum ada bantuan jadi banyak yang menganggur urai RT setempat kepada Tim JP.Lima.


 Pantauan JP.Lima, lambatnya pelaksanaan bantuan di Puncu Kediri diduga pemerintah setempat kurang melakukan pemantauan sehingga penyealuran bantuan tidak berjalan secara obtimal. Pemerintah dalam hal ini sepatutnya melakukan  pengawasan agar pelaksaaan bantuan dapat terlaksana secara obtimal. Ketua RT 05 bernama Nanang dusun Sukaramai desa Puncu mengatakan selama beberapa hari bantuan tersendat. Warga /dan relawan mengganggur karena tidak ada material bantuan.(tindaon)  
Share

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mengkominfo Janji bawa masalah Pers Indonesia ke Presiden

JAKARTA, dobraknews – Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara menerima Tim Sekretariat Bersama Pers Indonesia ...